Miliki pendidikan. Jika kamu mau menjadi CEO, kamu perlu mempunyai nilai yang baik di sekolah, Idealnya, kamu harus mempunyai gelar sarjana dan pascasarjana. Fokuskan belajarmu dalam bidang yang berhubungan dengan industri yang ingin kamu masuki, namun pilihlah yang cukup umum sehingga kamu dapat lebih fleksibel dalam memilih pekerjaan.
Banyak CEO mendapat gelar sarjana terlebih dahulu, lalu bekerja beberapa tahun sebagai karyawan, terus menaiki jabatan, dan lalu kembali lagi untuk mendapatkan gelar pascasarjana. Kamu tidak perlu memiliki semua gelar edukasi terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan.
Lebih besar perusahaan yang ingin kamu capai, lebih penting lagi agar kamu lulus atau memasuki sekolah khusus dan ternama. Beberapa CEO memang tidak pernah lulus kuliah, namun dari persentasi yang ada, kamu memiliki kesempatan yang terbaik jika kamu mempunyai sekolah ternama dalam gelar kamu. Contohnya seperti sekolah Ivy League, namun kamu dapat memilih sekolah lain yang mempunyai program bisnis yang baik.
2
Belajar lebih banyak lagi tentang keuangan. Mempunyai ilmu keuangan yang baik akan sangat membantu CEO dalam membuat keputusan bisnis yang bijak. Kamu dapat belajar tentang keuangan dan ekonomi kapan pun kamu mau, tetapi ketika kuliah tetap waktu yang terbaik. Jika kamu tidak memilih jurusan akunting, ekonomi atau keuangan, cari kursus-kursus pada bidang tersebut.
Ketika kamu sudah mulai bekerja, manfaatkan kesempatan apapun yang ditawarkan oleh perusahaan untuk menambah ilmu kamu tentang keuangan seperti seminar, kelas spesial, dan event lainnya. CEO yang baik tidak akan pernah berhenti menambah, menyegarkan atau mengasah ilmunya.
3
Buat koneksi sejak dini. Ketika kuliah, ikuti seminar bisnis dan event networking kapan pun kamu bisa. Lamar beasiswa dimana saja sehingga kamu bisa menunjukkan kemampuan menjadi pemimpin kamu dan kemauan untuk bekerja keras; terus melamar sampai kamu mendapatkannya. Gunakan waktu kamu untuk membantu event social dan event lainnya yang dapat kamu gunakan untuk berkenalan dengan orang-orang bisnis di masa depan. Pendeknya, anggaplah bahwa kamu sudah memulai menaiki jabatan di perusahaan sebelum kamu memulai.
Jangan ragu-ragu. Tidak pernah terlalu cepat untuk memulai membuat kesan yang baik dengan bisnis local dan pemimpin perusahaan. Kamu tidak akan pernah tahu siapa yang akan memperhatikan kamu dan membantu kamu memuluskan jalan pada pekerjaan pertama kamu dengan memberi kesan yang baik tentang kamu.
4
Buatlah target setinggi mungkin. Ketika kamu mendapatkan pekerjaan yang didasarkan dari kualifikasi kuliah kamu (walaupun kamu masih kuliah), anggaplah seperti kamu mau memiliki seluruh perusahan tersebut. Karyawan yang bekerja dengan sangat serius sangatlah sedikit; jadilah seorang penguat perusahaan dan pemain tim, dan tenang saja, kamu akan diperhatikan. Terima pekerjaan tambahan dengan semangat, dan carilah sendiri kapanpun kamu bisa. Lakukan apapun yang dapat kamu lakukan untuk menunjukkan boss kamu bahwa kamu sangat serius untuk memajukan kehidupan professional kamu.
Lakukan yang terbaik untuk mengenali atau berkenalan dengan baik dengan eksekutif tingkat tinggi bisnis dan kapan pun kamu bertemu mereka sepanjang karir kamu. Perhatikan cara mereka bertindak dan berbicara. Kamu bahkan dapat meminta seseorang untuk menjadi gurumu. Hal terburuk yang dapat terjadi adalah orang tersebut akan mengatakan “tidak” dan eksekutif biasanya menghargai ketidak sopanan dibanding kesopanan. Seorang guru eksekutif, jika kamu bisa mendapatkannya, adalah alat yang sangat kuat untuk melancarkan karir kamu.
5
Tetaplah fleksibel. Ambisi yang kuat adalah sifat yang sangat berguna (beberapa malah berkata ini adalah vital) untuk dimiliki oleh pemimpin bisnis. Bagian dari ambisius dan agresif akan memajukan karir kamu adalah keberanian untuk mengambil jalan yang kamu tidak duga. Paling tidak tetaplah terbuka untuk mengganti shift kerja atau lokasi untuk memastikan kemajuan. Jika kamu mengambil kesempatan untuk menjadi manager pada kantor bagian yang berlokasi sangat jauh, kamu mungkin akan mendapatkan pekerjaan itu, bukan orang lain yang sudah memesannya terlebih dahulu.
Ketika kamu sudah bekerja di perusahaan untuk satu atau dua tahun, jika kamu merasa dilewatkan kesempatan untuk naik pangkat, cari pekerjaan yang lain lagi dan cari posisi yang lebih baik dibanding yang sekarang. Kebanyakan CEO memulai karir mereka sebagai manager dan wakil president junior selama dua atau tiga bisnis yang mirip sebelum menjadi kepala perusahaan.
Jangan takut untuk mencoba kewirausahaan. CEO dan pengusaha memiliki banyak sifat yang sama, dan seseorang yang berencana untuk menjadi CEO akan dapat mendapatkan awal yang baik dengan menjadi pengusaha. Jika kamu melihat kesempatan untuk memulai bisnis sendiri, dan terlihat seperti jalur yang lebih baik menuju tingkat eksekutif daripada pekerjaan kamu yang sekarang, jangan ragu untuk membuat perubahan. Membuat sebuah perusahaan yang sukses dari nol adalah suatu impresi yang menakjubkan pada CV kamu.
6
Ikuti suatu dewan. Jika kamu bisa, pilih untuk menjadi member dewan direktur pada perusahaan yang ternama. Ini akan memberikanmu pengalaman berharga yang dapat kamu gunakan untuk berinteraksi dengan dewan perusahaan kamu sendiri ketika kamu menjadi CEO. Ini juga menjadi batu loncatan yang sempurna, hampir setengah dari semua CEO di US bekerja sebagai member dewan pada suatu saat sebelum menjadi CEO.
2
Menjadi CEO Yang Hebat
1
Pahami apa yang dilakukan CEO. CEO pada suatu perusahaan tidak selalu seseorang yang memiliki perusahaan; CEO tidaklah sama seperti pengusaha. Seorang CEO bukanlah seorang pemegang buku atau kera kantor. Sebaliknya, pekerjaan CEO adalah untuk menjalankan perusahaan: mengawasi keputusan finansial, menyelesaikan ketidak seimbangan, dan memastikan agar perusahaan dapat mendapat keuntungan lebih setiap tahunnya. Ini artinya CEO yang hebat adalah kombinasi antara ide cemerlang (seperti pengusaha), mau mengambil resiko dan bepikir besar; dan yang bekerja secara langsung, dapat melihat kedepan dalam masalah keuangan dan tenaga kerja manusia, selalu bersedia untuk menggali detail lebih dalam sampai semuanya sempurna.
2
Percaya pada pengalaman. Kebanyakan CEO mendapatkan posisinya setelah bertahun-tahun – terkadang berpuluh-puluh tahun dalam industry yang sama, atau bahkan dalam suatu perusahaan yang sama. Ketika kamu meraih pangkat atas, jangan lupa asal mulamu. Gunakan semua yang kamu ketahui tentang bisnis kamu (atau bidang bisnis) untuk menjalankannya seefisien mungkin: perbedaan antara peraturan tertulis dan “peraturan dasar”; koneksi yang dapat memberimu pandangan pada tempat-tempat yang kamu tidak dekati; sikap dan kepercayaan antara karyawan tingkat rendah tentang bisnis.
3
Pimpin dengan suatu visi. Untuk menjadi CEO yang benar-benar baik, kamu harus berlatih mengkontrol perusahaan kamu dengan cara membuat lingkungan pekerjaan yang jelas dan nyaman. Dengan kata lain, pemimpin yang baik membuat karyawannya merasa bahwa mereka termasuk dalam suatu bagian yang spesial, sesuatu yang lebih besar dan lebih penting dari biasa. Sikap dan tindakan kamu terhadap angkatan kerjamu akan mempengaruhi setiap bagian pada perusahaaan kamu.
Biarkan karyawan kamu membuat kesalahan. Tunjukkan mereka bahwa perusahaan kamu percaya pada mereka agar mereka dapat mencoba terus menerus sampai mereka berhasil – selama mereka cukup baik dalam pekerjaannya. Dorongkan produktifitas dengan cara mendukung mereka untuk mencoba mengambil resiko dan agar mereka mengambil keputusan sendiri. Kamu selalu yang menentukan pada akhirnya apakah sesuatu itu buruk atau tidak bagi bisnis.
4
Jadilah transparan. Sebagai CEO, kerjamu adalah menjalankan seluruh bisnis. Kamu memang melimpahkan banyak pekerjaan sehari-hari pada anak buahmu, kamulah yang dapat melihat seluruh pola bisnis perusahaan seiring perusahaan berjalan dan berkembang. Gunakan apa yang kamu lihat dan beritahukan rencanamu dan jelaskan keputusanmu kepada karyawan dengan jelas, dan terbuka. Jika mereka mengetahui apa visi kamu untuk perusahaan ini, mereka akan jauh lebih mudah untuk membantumu meraihnya.
5
Tetaplah berkomunikasi. Jangan pernah percaya pada pandangan bahwa CEO tinggal dan bekerja di gedung yang mewah sedangkan bisnis perusahaan terjadi dibawah, diarahkan oleh kamu yang berada di atas. CEO yang efektif selalu berada di tengah-tengah aktifitas bisnis: mengunjungi setiap departemen, membantu dengan pekerjaan apa pun yang dia dapat bantu, berbicara dengan karyawan dan mendengar umpan balik mereka. Beberapa bagian kamu memang digunakan diatas, berpikir kedepan dan berpikiran luas, namun sisa waktu kamu sebaiknya digunakan pada ditengah-tengah aksi.
Kamu dapat secara bebas memberitahu seseorang jika kamu perlu menunjukkan seseorang bekerja dengan cara yang kamu inginkan. Jangan hanya mencaci maki mereka atau “mengatakan” mereka bahwa mereka itu salah; sebaliknya, kamu beri contoh sendiri dan lakukan secara langsung cara yang kamu inginkan untuk mereka ikuti, menjelaskan alasan dalam setiap langkah dan tindakan kamu. CEO yang baik memimpin dengan contoh, bukan cacian.
6
Buat strategi. Diantara semuanya, ketika kamu menjadi CEO, bisnis kamu adalah masa depan dari perusahaan tersebut. Kamu harus bisa mengadaptasi untuk berpikir 6 langkah kedepan, melihat sekitar, dan menebak apa yang kira-kira akan terjadi. Selalu ikuti trend an selalu berpikir tentang posisi perusahaan dalam dunia bisnis. Bagaimanakah agar kamu dapat tetap menjadi pemimpin? Jika tidak, bagaimana cara kamu untuk mengalahkan orang lain dari posisi teratas? Jika ini adalah pertanyaan yang akan memandumu membuat strategi bisnis, kamu akan menjadi CEO yang paling efektif.
Analis sistem adalah salah suatu profesi yang bagus untuk memulai karir dibidang IT. Analis sistem mempelajari masalah dan ke kebutuhan dari suatu organisasi untuk menentukan bagaimana orang, data, proses, komunikasi, dan teknologi informasi.
Seorang analis sistem juga merupakan orang yang paling bertanggung jawab pada proses analisis dan perancangan sistem informasi.Tugas utama dari seorang analis sistem adalah menentukan bentuk sistem yang akan dibangun nantinya.
Oleh sebab itu sebagai seorang analis sistem, 'harus'lah memiliki dan dibekali dengan beberapa keahlian spesifik, seperti :
1. Keahlian Analisis
Keahlian analisis sistem digunakan untuk memetakan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan klien yang bisa diselesaikan dengan sistem informasi dan yang tidak.
Dengan menganalisa komponen-komponennya maka seorang analis sistem akan lebih mudah memahami keseluruhan proses bisnis yang berjalan dan menentukan subsistem mana yang berindikasi mengalami masalah.
2. Keahlian Teknis
Seorang dituntut untuk mengenal dan menguasai perangkat lunak maupun perangkat keras terbaru, serta mengetahui keunggulan maupun batasan dari teknologi tersebut. Hal ini sangat membantu analis dalam memilih teknologi yang tepat untuk keperluan klien yang spesifik. Keahlian Teknis dapat diperoleh dari pendidikan formal ataupun latihan khusus dan jam terbang yang lama dalam mengembangkan sistem informasi.
3. Keahlian Manajemen
Analis sistem bertanggung jawab mengatur sumber daya yang dibawah kendalinya, seperti programer dan teknisi. Manajemen tugas yang tepat sangat berpengaruh pada cepat lambatnya penyelesaian proyek. Analis sistem juga harus mampu memprediksi faktor-faktor eksternal seperti kenaikkan harga perangkat, munculnya pesaing dan lain-lain.
4. Keahlian berkomunikasi
Selain ke tiga keahlian tadi, seorang analis sistem juga harus memilik keahlian dalam berkomunikasi atau biasa disebut interpersonal skill. Keahlian ini sangatlah diperlukan untuk menjaring informasi yang akurat tentang permasalahan yang ada pada kliennya. Komunikasi juga diperlukan untuk koordinasi dan instruksi dengan stakeholder yang lain. Dengan menjalin komunikasi secara efektif maka perkembangan proyek dan perubahan terbaru dapat dimonitor dan direspon dengan baik.
Adapun hal-hal tanggung jawab dari seorang analis sistem meliputi:
1. Pengambilan data yang efektif dari sumber bisnis. 2. Aliran data menuju komputer. 3. Pemrosesan dan penyimpanan data dengan komputer. 4. Aliran dan Informasi yang berguna kembali ke proses bisnis dan penggunanya.
Jadi "analis sistem" merupakan individu kunci dalam proses pengembangan sistem. Sebagai seorang stakeholder dalam dunia bisnis maka harus memiliki ke empat keahlian tersebut.
Artikel ini diperoleh dari informasi buku Analisis & Perancangan sistem Operasi, Karya hanif al fatta.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel singkat ini. Semoga dapat menambah wawasan kita dalam pengetahuan dibidang IT dan yang lainnya.
Jumat, 02 November 2018
Pembaruan
Modul ini baru saja diperbarui pada tanggal 26 October 2017.
Pembaruan terakhir adalah: Menambahkan video Download Source Code.
Codelab ini bertujuan untuk mengimplementasikan komponen activity pada aplikasi pertama yang Anda bangun. Harapannya aktifitas ini dapat memberi gambaran yang jelas tentang cara kerja activity.
Logika Dasar
Melakukan input ke dalam obyek TextBox → melakukan validasi input → melakukan perhitungan volume balok ketika tombol hitung diklik
Codelab Perhitungan Volume
Buat proyek baru dengan klik File → New → New Projectpada Android Studio Anda.
Setelah muncul jendela Create New Project, atur nama aplikasi dan domain perusahaan / website Anda. Sebaiknya jangan sama dengan apa yang ada dicontoh. Dan jangan lupa pula untuk menentukan lokasi proyek.
Kemudian pilih tipe peranti (device) untuk aplikasi beserta target minimum SDK yang akan digunakan. Pilihan target Android SDK akan mempengaruhi banyaknya peranti yang dapat menggunakan aplikasi. Di sini kita memilih tipe peranti Phone and Tablet dan nilai minimum SDK kita pasang ke Level 15 (Ice Cream Sandwich). Klik Next untuk melanjutkan.
Pada bagian ini kita akan memilih tipe activity awal dari template yang telah disediakan. Saat ini Android Studio sudah menyediakan berbagai macamtemplate activity dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks seperti : Add No Activity : Tidak ada activity yang ditambahkan Basic Activity : Activity dengan template komponen material design seperti FloatingActionButton Empty Activity : Activity dalam bentuk yang paling dasar Fullscreen Activity : Activity fullscreen tanpa status bar Google AdMob Ads Activity : Activity dengan konfigurasi default iklan Admob Google Maps Activity : Activity dengan menyediakan konfigurasi dasar Google Maps Login Activity : Activity untuk halaman login Master / Detail Flow : Activity yang diperuntukan untuk alur aplikasimaster detail pada peranti tablet Navigation Drawer Activity : Activity dengan tampilan side bar menu Scrolling Activity : Activity dengan kemampuan scroll konten didalamnya secara vertikal Settings Activity : Activity yang diperuntukan untuk konfigurasi aplikasi Tabbed Activity : Activity yang diperuntukan untuk menampilkan lebih dari satu tampilan, dapat digeser ke kanan dan ke kiri (swipe) dan dengan menggunakan komponen viewpager Saat ini kita pilih tipe empty activity, klik Next untuk melanjutkan.
Selanjutnya, tentukan nama activity pertama kita, saat ini kita biarkan pada kondisi apa adanya. Ingat, jika suatu saat nanti kita ingin melakukan penambahan activity , maka sebaiknya nama untuk activity tersebut disamakan dengan nama kelasnya dan diakhiri dengan activity . Misal: ProfileActivity, SettingsActivity dan lain sebagainya. Klik Finish untuk menyelesaikan.
Selamat! Anda telah berhasil membuat sebuah proyek baru Android. Biasanya, tampilan layar Anda akan seperti contoh di bawah ini:
Di sebelah kanan anda adalah workspace dimana Activity anda berada dan bernama MainActivity.javadengan layoutnya activity_main.xml. Di sebelah kiri Anda terdapat struktur proyek, di mana nanti kita akan banyak menambahkan berbagai komponen baru, asset dan library. Untuk lebih mengenal Android Studio lebih dalam silakan baca materi inihttps://developer.android.com/studio/intro/index.html
Selanjutnya kita akan mulai melakukan pengkodean aplikasi atau lebih enaknya disebut ngoding.
Berikut flow umumnya.
Ngoding Layout untuk user interface aplikasi
Ngoding Activity untuk menambahkan logika aplikasi
Untuk mengoptimalkan proses pengetikan, Anda dapat memanfaatkan code completiondengan menekan ctrl + space.Android Studio juga akan meng-import package dari komponen yang digunakan.
Dilarang Keras untuk copy - paste! Ngoding pelan-pelan akan membuat Anda lebih jago di masa depan.
Selamat ngoding!
Menambahkan Code Sederhana pada Layout Activity
Silakan klik tab file activity_main.xmlpadaworkspace Anda(res/Layout/activity_main.xml), dan tambahkan baris-baris berikut:
Akan muncul warning pada atribut android:text pada layout tersebut. Ini karena kita melakukan hardcoding pada nilai string-nya. Mari kita hilangkan code warningtersebut dengan menekan Alt+Enter pada attribut android:text. Akan muncul dialog seperti ini, pilihlah extract string resource.
Kemudian akan muncul dialog seperti di bawah ini. Sesuaikan dengan nama yang ada.
Fungsi extract string resource akan secara otomatis menambahkan nilai dariandroid:text ke dalam berkas res → values → strings.xml. Lakukan hal yang sama pada view lainnya hingga tidak ada warning lagi. Jika kita buka berkasstrings.xml, maka isinya akan menjadi seperti ini:
Jika terjadi kesalahan pada atribut dimens, maka kita perlu menambahkan berkas dimens.xml di dalam res → values → dimens.xml. Kesalahan ini disebabkan karena pada Android Studio 2.3, berkas dimens.xml sudah tidak dibuat secara otomatis. Langsung saja tambahkan dengan cara Klik Kanan pada directory res. Akan muncul dialog seperti ini.
Kemudian isi sesuai di bawah ini.
Jika berkas dimens.xml sudah dibuat, sesuaikan isinya menjadi seperti berikut.
<resources>
<!-- Default screen margins, per the Android Design guidelines. -->
<dimen name="activity_horizontal_margin">16dp</dimen>
<dimen name="activity_vertical_margin">16dp</dimen>
</resources>
Menambahkan Kode Logika Sederhana pada MainActivity
Selanjutnya setelah selesai, lanjutkan dengan membuka berkas MainActivity.javadan lanjutkan ngoding baris-baris dibawah ini.
public class MainActivity extends AppCompatActivity implements View.OnClickListener{
private EditText edtWidth, edtHeight, edtLength;
private Button btnCalculate;
private TextView tvResult;
@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main);
edtWidth = (EditText)findViewById(R.id.edt_width);
edtHeight = (EditText)findViewById(R.id.edt_height);
edtLength = (EditText)findViewById(R.id.edt_length);
btnCalculate = (Button)findViewById(R.id.btn_calculate);
tvResult = (TextView)findViewById(R.id.tv_result);
btnCalculate.setOnClickListener(this);
}
@Override
public void onClick(View v) {
if (v.getId() == R.id.btn_calculate){
String length = edtLength.getText().toString().trim();
String width = edtWidth.getText().toString().trim();
String height = edtHeight.getText().toString().trim();
boolean isEmptyFields = false;
if (TextUtils.isEmpty(length)){
isEmptyFields = true;
edtLength.setError("Field ini tidak boleh kosong");
}
if (TextUtils.isEmpty(width)){
isEmptyFields = true;
edtWidth.setError("Field ini tidak boleh kosong");
}
if (TextUtils.isEmpty(height)){
isEmptyFields = true;
edtHeight.setError("Field ini tidak boleh kosong");
}
if (!isEmptyFields) {
double l = Double.parseDouble(length);
double w = Double.parseDouble(width);
double h = Double.parseDouble(height);
double volume = l * w * h;
tvResult.setText(String.valueOf(volume));
}
}
}}
Jika terdapat baris merah seperti ini :
Jangan khawatir! Silakan klik di atas baris merah tersebut dan klik pada ikonbola lampu. Atau dengan tekan tombolAlt + Enterlalu pilih implements method.
Setelah selesai, silakan jalankan aplikasi dengan memilih menu Run → Run ‘app’ dari menu bar. Kemudian ada pilihan seperti ini. Itu tandanya adb (Android Debugger) pada peranti yang Anda punya telah terhubung dengan Android Studio. Jika Anda tidak memiliki peranti, maka Anda dapat menggunakan emulator. Ikuti materinya disinihttps://developer.android.com/studio/run/managing-avds.html.
Kami merekomendasikan Anda menggunakan peranti Android sewaktu mengembangkan aplikasi. Selain karena beban memori pada peranti Anda akan jadi lebih rendah, pendekatan ini juga akan memungkinkan Anda untuk merasakan bagaimana aplikasi berjalan di device sebenarnya.
Pilih OK untuk menjalankan dan tunggu hingga proses building dan instalasi APK selesai. Jika sudah, seharusnya hasilnya akan seperti ini. Silakan masukan nilai panjang, lebar dan tinggi kemudian tekan tombol Hasil dan hasilnya akan ditampilkan di obyek textview tvHasil.
Apakah kita sudah selesai? Belum! Masih ada yang kurang. Ketika nilai luas sudah dihitung dan kemudian terjadi pergantian orientasi pada peranti, maka hasil perhitungan tadi akan hilang. Tambahkan beberapa baris berikut pada MainActivity.java.
Kemudian tambahkan juga beberapa baris berikut pada baris terakhir metodeonCreate.
if (savedInstanceState != null){
String hasil = savedInstanceState.getString(STATE_HASIL);
tvResult.setText(hasil);
}
Silakan jalankan kembali aplikasinya. Ulangi proses perhitungan seperti sebelumnya. Kemudian ganti orientasi peranti Anda. Jika sudah benar maka hasil perhitungan tidak akan hilang.
Bedah Kode
Pembahasan tentang layout xml
xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
Baris ini mengidentifikasi bahwa berkas ini berformat xml.
Kode di atas menandakan namespace yang digunakan dalam keseluruhan berkas xml ini.
Disini kita menggunakan beberapa komponen user interface yang disebut view. Diantaranya:
TextView : Komponen view untuk menampilkan teks ke layar
EditText : Komponen viewuntuk memberikan input teks
Button : Komponen viewuntuk melakukan sebuah aksi klik
LinearLayout : Komponen viewbertipe viewgroupyang menjadi parent dari semua sub komponen view(sub view) di dalamnya. Komponen ini bersifat sebagai kontainer untuk komponen lain dengan orientasi secara vertikal atau horizontal.
Komponen diatas adalah sebuah TextView. Perhatikan gambar di bawah ini, warna ungu menandakan namespace yang digunakan; warna biru adalah atribut dari komponen dan warna hijau adalah nilai dari atribut. Penjelasannya seperti dibawah ini:
match_parent: Ini berarti bahwa ukuran dimensi sebuah View disesuaikan dengan ukuran layar secara horizontal jika pada layout_width dan vertikal jika padalayout_height.
wrap_content : Ini berarti bahwa ukuran dimensi sebuah View disesuaikan dengan ukuran konten didalamnya baik secara horizontal pada layout_width dan vertikal jika pada layout_height.
@dimen/activity_vertical_margin: Value activity_vertical_margin berasal dari berkasdimens.xml yang bisa Anda lihat dengan cara menekan dan tahan tombol Ctrl(atau command) + arahkan kursor keatasnya dan kemudian klik sekali. Penggunaancentralize resource value akan memudahkan Anda sewaktu mengembangkan aplikasi Android. Cara tersebut digunakan agar Anda tidak menulis nilai yang sama berulang-ulang.
Apa itu ‘@+id/’ ?
Salah satu contoh penerapan penggunaan @+id/ sebagai berikut:
Jika kita memberikan id pada sebuah view maka kita telah memberikan identifier untuk viewtersebut. Pemberian idini dimaksudkan agar kita bisa melakukan manipulasi/pengendalian pada level logic di komponen seperti activity atau fragment.
Iddi atas akan diciptakan di berkas R.java dan disimpan dalam bentuk hexa bertipe data integerpublic static final int btn_calculate=0x7f0b0057.
Acuan untuk menyusun tampilan pada relativelayout akan dibahas pada modul selanjutnya.
Pembahasan tentang Logika Kode
public class MainActivity extends AppCompatActivity
Menandakan bahwa kelas Java di atas merupakan sebuah activitykarena inherit kesuperclass bernama AppCompatActivity.
implements View.OnClickListener
Ini adalah listener yang kita implementasikan untuk memantau kejadian klik pada komponen tombol (button).
Jika terdapat baris merah seperti ini :
Jangan khawatir. Silakan klik di atas baris merah tersebut dan klik pada ikon bola lampu. Anda juga dapat menekan tombol (Alt + Enter)lalu pilih implements method.
Kode di atas mendeklarasikan semua komponen view yang akan dimanipulasi. Kita deklarasikan secara global agar bisa dikenal di keseluruhan bagian kelas.
Metode onCreate() merupakan metode utama pada activity. Di sinilah kita dapat mengatur layout xml. Semua proses inisialisasi komponen yang digunakan akan dijlankan disini.. Pada metode ini kita casting semua komponen viewyang kita telah deklarasikan sebelumnya, agar dapat kita manipulasi.
setContentView(R.layout.activity_main);
Maksud baris diatas adalah kelas MainActivity akan menampilkan tampilan yang berasal dari layout activity_main.xml.
Maksud dari baris diatas adalah obyek edittextedtWidthdisesuaikan (cast) dengan komponen edittextber-ID edt_widthdi layout xml melalui metode findViewById().
btnCalculate.setOnClickListener(this);
Kita memasang event click listener untuk obyek btnCalculatesehingga sebuah aksi dapat dijalankan ketika obyek tersebut diklik. Keyword thismerujuk pada obyekActivitysaat ini yang telah mengimplementasikan listenerOnClickListenersebelumnya.
Perhatikan metode onSaveInstanceState. Di dalam metode tersebut, hasil perhitungan yang ditampilkan pada tvResult dimasukkan pada bundlekemudian disimpan isinya. Setelah onSaveInstanceState berhasil dijalankan, maka activity akan melakukan proses onDestroy dan menjalankan kembali onCreate secara otomatis.
if (savedInstanceState != null){
String hasil = savedInstanceState.getString(STATE_HASIL);
tvResult.setText(hasil);
}
Pada onCreate inilah kita menggunakan nilai bundle yang telah kita simpan sebelumnya pada onSaveInstanceState. Nilai tersebut kita isikan kembali padatvResult.
Selamat! Anda telah berhasil membuat dan menjalankan latihan Android pertama di peranti atau emulator. Silakan lanjut ke codelab berikutnya.